Menulis setiap hari, buktikan apa yang terjadi. Kutipan kalimat itu merupakan kalimat yang dijadikan pemantik oleh Om Jay pada penulis pemula.
Sebelum melanjutkan tulisan ini, sebenarnya saya ingin bertanya pada Om Jay, bapak bloger Indonesia yang tulisannya tayang di mana-mana. Bahkan tulisannya mengasilkan materi yang tentunya sangat disyukurinya. Bagaimana cara Om Jay membagi waktu sehingga bisa menulis banyak ragam dan di publish di banyak tempat. Barangkali saja, Om Jay membaca tulisan yang saya publish di blog.
Saya sendiri, berusaha memegang komitmen untuk menulis setiap hari, namun ternyata ada saja yang lolos, bolong atau tak sempat menulis. Semakin saya berusaha menjaga komitmen, semakin saja komitmen itu ingin lepas dari saya.
Saya bahkan pernah menulis tentang pentingnya komitmen. Bagaimana memegang komitmen dan bagaimana konsistensi dalam menulis. Kini tulisan saya sendiri yang membuat saya malu karena tidak bisa melaksanakannya. Tentang komitmen ini ada dalam buku yang terbit dengan judul "Menghimpun yang Terserak."
Aisyah,....yang memegang komitmennya dalam keseharian di sekolah, tetap bisa menjadi teladan bagi teman-temannya. Aisyah tidak pernah terpengaruh oleh perilaku temannya yang kurang baik. Meskipun ia bukan siswa berprestasi, secara intelegensi ia berada di rata-rata kelasnya, namun secara emotionalnya, ia sangat bagus.
Komitmennya ini, membuat saya ingin mengetahui siapa Aisyah sebenarnya. Keluarga Aisyah seperti apa, ya? Mendapat informasi tentang Aisyah dari guru kelasnya, tidaklah cukup. Menggali sedikit tentang Aisyah dari teman satu kampungnya juga bukan hal yang cukup. Maka keinginan saya beranjang sana ke kediaman Aisyah menjadi semakin kuat.
Siapa Aisyah dan siapa kelurganya?
Bagaimana pola asuh Aisyah oleh orang tuanya?
Tunggu,...
Lombok, 7 Februari 2023
lanjutkan
BalasHapusBagaimana tulisan ini om jay...kasi krisan dong
Hapus