Sabtu, 04 Februari 2023

Aisyah (Part 3)

Aisyah........

Aisyah, dalam tulisan ini, bukanlah Aisyah istri Baginda Rasulullah SAW. Aisyah dalam cerita part 3 ini adalah seorang anak Sekolah Dasar yang saya jadikan sebagai role model untuk teman-temannya. Penetapan Aisyah sebagai role model karena karakter baik yang ditunjukkan pada saya.

Aisyah, yang bukan istri Baginda Nabi ini, berperilaku santun, sopan dan menghargai guru. Aisyah anak kecil yang ada di sekolah sudah membuat hati saya sejuk. Aisyah yang sudah membuat saya berpikir semalaman tentang perilakunya, berpikir untuk memberikan sesuatu padanya. Saya berpikir bagimana perilaku baik Aisyah ini bisa ditiru oleh anak-anak yang lain. Saya ingin ada Aisyah-Aisyah yang lain muncul di sekolah.

Langkah saya menjadikan Aisyah sebagai role model bagi anak-anak yang lain rupanya tepat. Saya memberikan apresiasi kepada Aisyah pun rupanya tepat. Termasuk menyampaikan kepada anak-anak tentang apa yang dilakukan Aisyah  di sekolah juga tepat. Yang dilakukan Aisyah adalah,"Kecil namun bermakna dan berdampak."

Sejak peristiwa di mushalla itu, Aisyah menjadi viral di sekolah.  Ia diperhatikan oleh semua anak dan  membuat penasaran guru kelas yang lain. Tak jarang Aisyah dijadikan contoh dan disebut-sebut ketika perilaku anak yang lain tidak seperti Aisyah. Tempat tinggal Aisyah tak luput dari pertanyaan guru termasuk saya. Tidak hanya itu, orang tua Aisyah juga menjadi bahan perbincangan kami di sekolah. Bagaimana peran orang tua dalam perkembangan karakter anak.

Ternyata, dalam kesehariannya di sekolah, Aisyah termasuk anak yang disiplin, tertib dan bertanggung jawab. Ia selalu mengerjakan tugas mulai dari tugas piket kelas, mengerjakan pekerjaan rumah dan tugas-tugas lainnya. Ia tidak pernah bermasalah dengan teman-temanya. Dalam perihal kecerdasan atau kemampuan, Aisyah bukan anak yang cerdas. Kemampuannya pada garis rata-rata dengan temannya. Itu juga menjadi salah satu penyebabnya Aisyah tidak dikenal oleh guru-guru yang lain selain guru yang pernah menjadi guru kelasnya.  Biasanya, anak yang paling dikenal adalah anak yang pintar dan sebaliknya. Memang Aisyah  tidak pintar namun mampu menjadi role model untuk teman-temannya

Aisyah menginspirasi teman-temannya di sekolah untuk berperilaku baik.

Salah satu bentuk keberhasilan menjadikan Aisyah sebagai role model adalah lahirnya kelompok yang menamakan dirinya ,"Dopmi."

"Dopmi"  adalah akronim dari Dede, Ocang, Pirgan dan Mister Ihsan. Saya mengetahui adanya kelompok ini setelah beberapa hari viralnya nama Aisyah di sekolah. Saya mendukung kelompok ini karena bepengaruh juga terhadap teman-temannya yang lain. Saya senang ada Aisyah-Aisyah yang lain muncul dalam bentuk kegiatan atau perilaku baik lainnya di sekolah.

Apa yang dilakukan,"Dopmi," di sekolah?


Lombok, 3 Januari 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Langkah Awal CGP Angkatan 10

 Oleh Nuraini Dokumen Pribadi Sekolah Dasar Negeri 1 Dasan Tereng, merupakan salah satu sekolah penyelenggara program sekolah penggerak. Dal...