Sabtu, 04 Februari 2023

Aisyah dan Dopmi (Part 4)

 Aisyah,...

Ia tetap saja  menjadi anak yang pendiam, bersahaja dan murah senyum. Apresiasi yang diberikan dan viralnya nama Aisyah di sekolah tak membuatnya menjadi besar kepala. Perilaku baiknya terus dilakukan dalam bentuk atau kegiatan lainnya. Ia tak pernah  mengharapkan pujian, tepuk tangan, dan  apresiasi dari sekolah. Jadi perilaku baik Aisyah sudah merupakan karakternya.

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) karakter adalah tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, akhlak yang membedakan seseorang dengan yanga lainnya. Sementara pengertian karakter menurut para ahli dalam laman dosenpintar.com seperti di bawah ini:

  • W.B. Saunder, karakter adalah sifat nyata yang tidak sama ditunjukkan oleh individu. Karakter bisa terlihat dari semua  atrinut yang ada pada pola tingkah laku individu (seseorang)
  • Alwisol, karakter adalah cerminan tingkah laku yang dilakukan dengan menonjolkan nilai (baik-buruk dan benar-salah) secara samar-samar atau terang-terangan. Karakter tidak sama dengan kepribadian karena tidak menyangkut nilai-nilai
  • Maxwel, karakter jauh lebih baik dari sekedar perkataan. Selain itu karakter juga merupakan  pilihan yang menentukan tingkat kesuksesan,
  • Soemarno Soedarsono, karakter adalah nilai yang telah terpatri di dalam diri seseorang melalui pengamalan, pendidikan, pengorbanan, pengaruh lingkungan serta percobaan yang kemudian dipadukan dengan nilai-nilai yang terdapat pada diri seseorang dan menjadi nilai instrinsik yang mendasari sikap perilaku serta pemikiran seseorang.
Dalam buku pengimbasan penguatan pendidikan karakter, arti karakter adalah merupakan ciri khas individu atau sekelompok oraang yang mengacu pada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampian (skills) sebagai manifestasi dari nilai, kemampuan, kapasitas moral dan ketegaran dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Karakter mengandung nilai-nilai yang khas tentang kebaikan (tahu nilai kebaikan, mau berbuat baik, nyata berkehidupan baik, dan berdampak baik pada lingkungan.  Nilai-nilia ini terpatri dalam  diri dan terejawantahkan dalam perilaku. Karakter juga merupakann kemampuan untuk mengatasi keterbatasan fisiknya dan kemampuannya membaktikan hidupnya pada nilai kebaikan bagi dirinya dan orang lain. 
Karakter yang kuat akan membentuk individu menjadi pelaku perubahan bagi diri sendiri dan masyarakat sekitarnya (Albertus 2015)

Karakter Aisyah bisa jadi terbentuk dari tiga basis penguatan karakter.  Yang pertama penguatan karakter berbasis kelas, berbasis budaya sekolah, dan karakter berbasis masyarakat yang merupakan kolaborasi sekolah dan masyarakat.  

Karakter Aisyah, yang menjadi role model di sekolah menjadi motivasi sekelompok anak seperti,"Dopmi."

Dede, Ocang, Pirgan dan Mister Ihsan membentuk kelompoknya setelah Aisyah diumumkan menjadi role model karena perilakunya. 

Dopmi mengusung misi untuk menjaga kebersihan sekolah. Tiga anggotanya yakni Dede, Ocang dan Pirgan tampak berkeliling di halaman sekolah. Mereka berkeliling dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Dari sudut yang satu ke sudut yang lain. Mereka mencari pula  tempat kerumuman anak-anak sehabis jajan di kantin. Mereka tidak sekedar berkeliling, tetapi membawa kantong plastik besar atau tong sampah. Setiap mereka temukan sampah sepanjang mereka berkeliling, sampah itu akan pindah tempat ke tong atau kantong plastik besar yang mereka bawa. 

Satu lagi anggota Dopmi yang belum disebut. Dia adalah Mister Ihsan. Ketika saya menanyakan tentang Dopmi ke salah satu anggota, saya mendapat jawaban bahwa Mister Ihsan adalah guru agama. 

Lebih jelasnya,  Dopmi  adalah kelompok yang dibentuk tiga orang anak secara mandiri tanpa ada inisiatif dari guru apalagi inyervensi. Kelompok ini memasukkan satu guru agama yakni Ihsan Wahyudi. Saya bertanya,"Mengapa memasukkan Pak Ihsan Wahyudi dalam kelompoknya?"

Jawaban mereka singkat, agar ada yang mengawasi mereka. 

Sama halnya dengan perilaku baik Aisyah, maka saya sangat berharap akan lahir Dopmi-Dopmi yang lain dalam bentuk perilaku baiknya. 

Melihat perilaku baik yang dilakukan anak-anak, tercetus pula keinginan untuk memberikan apresiasi kepada Dopmi atau kepada siapa saja yang menunjukkan perilaku baik. Guru maupun anak-anak mempunyai kesempatan yang sama untuk mendapatkan apresiasi dari sekolah.

Apresiasi untuk Aisyah dan Dopmi cikal bakal lahirnya "The Star of Sdensa Santer Apik."

Apa itu "The Star Of Sdensa Santer Apik?"

Tunggu dalam tulisan berikutnya....

Lombok, 4 Januari 2023.i


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Langkah Awal CGP Angkatan 10

 Oleh Nuraini Dokumen Pribadi Sekolah Dasar Negeri 1 Dasan Tereng, merupakan salah satu sekolah penyelenggara program sekolah penggerak. Dal...