Minggu, 12 Februari 2023

Aisyah Sabar (Sarapan Bareng) Part 9

 Aisyah....

Hari ini, engkau sekolah seperti biasa. Ibumu tak lagi mengantarmu ke sekolah seperti waktu engkau kelas satu, empat tahun yang lalu. Ibumu tidak lagi menunggumu sampai jam pelajaran berakhir. Ibumu tak lagi menjadi pasukan kebersihan di sekolah kita. Ah,....ternyata saya rindu juga pada ibumu Aisyah. Sepertinya  lama sekali  tidak bertemu.

Aisyah,

Sekarang Aisyah sudah mandiri. Berangkat ke sekolah bersama teman-temannya. Pasti Aisyah senang bisa bersenda gurau sepanjang jalan yang Aisyah lalui. Jalan panas dari rumah ke sekolah yang jaraknya kurang lebih setengah kilometer pasti tidak  dirasakannya. Tentu perasaan Aisyah sangat senang bisa tertawa, bercanda, merencanakan mau main apa nanti sepulang sekolah atau berlarian saling kejar-kejaran bersama teman-temannya.

Tas yang bertengger di punggung dengan tangan kanan memegang tas kecil berisi kotak nasi, tentu lauknya enak. Itu bukti kasih sayang orang tua Aisyah. Ibunya menyiapkan sarapan untuk disantap pada waktu sarapan bareng di dalam kelanya. Di gerbang sekolah Aisyah dan teman-temannya disambut oleh guru piket yang sudah siap berdiri muali pukul 06.10 wita. Guru piket menyalami anak-anak sesekali bertanya kepada anak-anak tentang kesiapannya belajar mulai dari kesehatannya, persiapan kelengkapan alat belajar dan kesiapan sarapan. 

Tepat pukul 07.30 wita sampai jam 07.45 wita, Aisyah sarapan bersama teman-teman dan gurunya di dalam kelas. Saya yakin, apa pun isi kotak sarapannya, Aisyah akan mensyukurinya.

Saya menyempatkan diri masuk ke kelas Aisyah untuk melihatnya sarapan bersama teman-temannya. Aisyah tampak makan dengan lahap setelah dipimpin berdoa oleh ketua kelas di bawah pengawasan gurunya. Bukan Aisyah saja yang mejadi tujuan pemantauan saya tetapi semua anak-anak di kelas itu.  Bukan hanya Aisyah yang makan dengan lahapnya, tetapi teman-teman Aisyah tampak makan dengan lahapnya. Mereka mengikuti aturan makan yang benar seperti berdoa sebelum dan sesuah makan, tidak berbicara saat makan, tidak bersuara waktu mengunyah makanan, menggunakan sendok makan agar tidak keluar masuk kelas mencuci tangan, sendok tidak bersuara waktu menyendok makanan, dan tidak menjatuhkan makanan di sekitar tempat makan agar tidak kotor. Terpenting juga saya memastikan anak-anak membawa makanan dengan menggunakan kotak nasi serta tempat minum isi ulang bukan sekali pakai. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan sampah di sekolah akibat karena bungkus nasi berupa kertas nasi, streopom, mika, gelas mineral dan atau sejenisnya. 

"Boleh ibu sarapan di sini, nak?" tanya saya pada salah satu anak yang duduk dekat Aisyah.
Dengan malu-malu dan sedikit menutup kotak nasinya, anak itu menjawab,"Boleh,Bu Guru Kepala!"

"Terima kasih, Nak! Ibu sudah ada sarapan. Ibu hanya ingin melihat anak-anak sarapan bersama. Ibu senang semua bisa sarapan. Semua bisa saling memberi. Ibu senang melihatnya." ucap saya sembari melanjutkan mendekat ke arah Aisyah.

Saya penasaran, saja lauknya anak-anak sehingga semua ingin menghabiskan sarapannya padahal isi kotak nasinya penuh. Orang tua mereka mengisi kotak sarapan penuh-penuh semua. Saya sering mengingatkan agar anak-anak tidak menghabiskan nasinya pagi hari. Isi kotak nasinya bisa dimakan kembali saat jam istirahat. Jika bisa seperti itu, uang saku bisa dihemat atau ditabung. Namun sebagian saja yang mengindahkannya. Akhirnya saya berkeliling mencoba mengecek lauk mereka, he he...kepo...

Saya bertanya pada salah seorang anak.

"Jangan dihabiskan isi kotak nasinya, Nak! Nanti jam istirahat dicari lagi. Uang sakunya bisa dihemat, Nak!" 

"Bagaimana tidak dihabiskan, Bu Guru. Ikannya enak. Ayam Geprek."
Waduh,....ayam juga disebut ikan. 
Benar juga  jawaban anak tersebut. Daripada tidak dihabiskan nanti tidak fokus belajar lantaran memikirkan  lauknya yang belum habis. 

Saya senyum-senyum sendiri sambil mencandai anak tadi. " Boleh ibu minta lauknya, dong!"
Dengan cepat anak itu menjawab," Bisa-bisa, Bu Guru. Besok Dafa bawakn. Ibu Dafa berjualan ayam geprek di depan Lombok City Center."
"Terima kasih, Nak! Tidak usah, Ibu hanya bercanda saja. Semoga jualan ibunya laris, ya!"

Lain Dafa lain punya Aisyah. Aisyah lauknya bukan ayam geprek tetapi tahu, telur dan tempe goreng manis. Aisyah nampak lahap juga sarapannya seperti teman-teman yang lain.
Aisyah Sabar (sarapan bareng) dengan teman-temannya. Mensyukuri apa yang ada.

Lombok, 12 Februari 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Langkah Awal CGP Angkatan 10

 Oleh Nuraini Dokumen Pribadi Sekolah Dasar Negeri 1 Dasan Tereng, merupakan salah satu sekolah penyelenggara program sekolah penggerak. Dal...