Aisyah membuat saya berpikir untuk melakukan sesuatu agar berdampak pada anak yang lain. Semalaman saya memikirkan apa yang dilakukan Aisyah di sekolah. Saya terharu, bangga dan merasa sangat diperhatikan oleh Aisyah siang itu. Seorang anak pendiam, yang tidak pernah saya melihat atau mendengar tentangnya di sekolah. Baik dari guru kelasnya maupun teman-temannya di sekolah. Saya ingin melakukan sesuatu untuk Aisyah besok pagi.
Saya membuat tulisan kecil yang saya tujukan untuk Aisyah. Tulisan itu akan saya tempel di papan pengumuman. Saya ingin tentang Aisyah dibaca oleh teman-temannya. Di samping itu, saya ingin menyampaikan juga kepada anak-anak di sekolah tentang Aisyah. Mungkin saja ada yang tidak membaca tulisan tentang karakter baik Aisyah di papan pengumuman.
"Kemarin siang, ketika ibu hendak sholat zhuhur di mushalla, ada hal yang membuat ibu merasa terkesan, bangga dan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada salah seorang anak di sekolah kita. Seorang anak perempuan, menyapa ibu selesai sholat. Ketika ibu bertanya mengapa ia tidak pulang, ibu kaget dengan jawabannya. Ia mengatakan bahwa ia tidak pulang karena menunggu ibu yang masih sholat. Ia tidak ingin pulang karena tidak ingin melihat ibu sendiri di sekolah. Bagi ibu, ini perilaku yang sangat baik. Karakter baik yang perlu ditanamkan, diperkuat dan dibudayakan. Terima kasih, Aisyah"
Paragraf bertuliskan tebal di atas adalah tulisan yang saya tempel di papan pengumuman. Ternyata banyak anak yang membacanya. Hal sama saya lakukan ketika saya bertugas di sekolah sebelumnya. Ketika seorang anak memainkan bendera merah putih. Saya menegurnya dan menjelaskan bahwa apa yang dilakukannya tidak benar. Keesokan harinya, anak tersebut menemui saya sebelum jam pelajaran dimulai. Ia meminta maaf pada saya tentang kesalahan yang dilakukannya terhadap bendera merah putih. Saya memberikan apresiasi kepada anak yang mengakui kesalahannya padahal saya sendiri sudah melupakannya. Tulisan penghargaan tentang karakter baik anak ini saya tuliskan dalam beberapa kalimat. Kalimat ini menyentuh hati anak-anak yang lain.
Sama halnya dengan kalimat yang saya tulis untuk Aisyah, dapat menyentuh hati anak-anak yang lain. Tulisan itu juga saya perkuat dengan siraman rohani yang saya berikan setiap pagi sebelum masuk pada kegiatan Libat guru dan siswa. Libat guru dan siswa atau literasi baca tulis guru dan siswa.
Aisyah,.....hal yang mungkin kecil menurut orang lain, namun bernilai besar buat anak-anak yang lain. "Kecil bagi orang lain, namun bernilai besar bagi kami"
Apa yang sudah dilakukan Aisyah dan apresiasi yang saya berikan, rupanya menarik perhatian anak-anak. Lahirlah "Dofmi"
Lombok, 2 Januari 2023.
lanjutkan kisahnya
BalasHapusMantap,
BalasHapusPenasaran
BalasHapusInspiratif
BalasHapus